Tetanggaku… Pa kabar?
Pagi ini baca email di milis tentang baju – baju second, jadi mikir.. Kenapa ya setiap jualan baju second di wilayah Jakarta Barat or perumahan elite di tangerang, animo pengunjung tidak sebesar kalau jualannya digelar di daerah Jakarta Selatan?
Padahal Jakarta Selatan terkenal padat penghuni kelas menengah ke atas dari segi ekonomi. Tapi mengapa mereka tidak “geli” atau “jijik” untuk beli baju – baju bekas?
Saya sendiri tergolong tidak anti dengan baju – baju bekas. Malah cenderung ke arah “pemburu”. Hehehe.. Sampai – sampai sekarang malah langganan buka stand untuk “Menjual”..:)
Kenapa ya masih banyak yang anti untuk beli baju bekas? Gengsi? Takut penyakit?
Hm..